Kembangkan Potensi Lokal , KKN 95 UTM Adakan Pelatihan Sirup Jambu Air





Dr. Howard Flaks dari Amerika Serikat mengemukakan bahwa kurang minum air akan membuat kita kelebihan lemak tubuh, pertumbuhan dan kesehatan otot kurang kurang normal, fungsi pencernaan dan organ kurang efisien, racun (kotoran) bertambah dan menumpuk dalam tubuh dan akan menimbulkan rasa sakit pada otot dan persendian. Kita dianjurkan mengkonsumsi cairan sebanyak 2-3 liter perhari, cairan sangat penting untuk membersihkan ginjal dari kotoran asam urine dan urea.
            Jambu air mempunyai komposisi zat gizi yang cukup baik. Sebagaimana tercermin dari namanya yaitu air sebagai kandungan dari jambu air yang sangat tinggi yaitu mencapai 95%. Itulah sebabnya mengkonsumsi jambu air kita akan merasakan kesegarannya yang bersifat mendinginkan. Juga terdapat beberapa manfaat jambu air yaitu sebagai obat diare, mencegah kanker terutama kanker payudara, meremajakan kulit sehingga menjadi awet muda, serta mencegah diabetes.

            Kabupaten Sampang, Kecamatan Camplong, Desa Dharma Camplong, termasuk daerah yang menghasilkan banyak jambu air . akan tetapi mereka hanya menjualnya begitu saja. “Bagaimana mau dijual dengan banyak perlakuan yang akan membuat kita repot nak, kita juga tidak tahu cara mengolahnya” Ujar salah satu petani jambu air. Dengan inovasi pengolahan jambu air menjadi sirup akan menjadikan peluang besar bagi masyarakat camplong terutama pada petani jambu air yang hanya menjualnya secara langsung. Peluang ini juga bermanfaat sebagai alternatif inovasi minuman yang kaya akan antioksidan dengan harga terjangkau untuk semua kalangan masyarakat.

            Seperti buah lain, jambu air mengandung serat pangan cukup tinggi. Selain itu, jambu air juga mengandung mineral yang tidak kalah bagus dari buah yang lebih populer seperti apel atau jeruk. Pesaing dari usaha sirup jambu air adalah produk-produk sejenis yang telah terlebih dahulu dipasarkan di masyarakat. Namun, dari inovatif pengolahannya serta kegunaan lain yang dimiliki produk ini maka diharapkan dapat menembus dunia pemasaran.
Adapun bahan yang digunakan yaitu:

  1. Jambu air sebagai bahan utama
  2. Gula Pasir
  3. Asam Sitrat Sebagai Pengawet
  4. Pewarna Makanan

Promosi dapat dilakukan sebelum produk dibuat, akan tetapi agar lebih mudah menarik minat dan perhatian konsumen maka perlu dibuat dan dikemas, sehingga produk siap untuk dipasarkan ke konsumen. Pemasaran dapat disebarkan ke toko-toko penduduk, pasar tradisional dan bisa dipamerkan pada media massa (online).


 
            Sebagai bentuk realisasi dari ide pembuatan SIRAJA (sirup jambu air) KKN 95 UTM mengadakan sosialisasi dan pelatihan kepada masyarakat petani jambu air yang terdiri dari 5 dusun yaitu Loloran, Karangloh, Poteran, Lengser, dan Dusun Dharma. Masyarakat sangat antusian dengan diadakannya sosialisasi pembuatan sirup jambu air ini, dan berharap masyarakat juga bisa meng aplikasikannya.

Tidak ada komentar

Diberdayakan oleh Blogger.